Rabu, 30 Juli 2014

Pelecehan Seksual

Pelecehan seksual ini salah satu gejala krisis moral manusia. Semua manusia oleh Allah diberi nafsu, nah nafsu ini kalau tidak terdidik secara sistematis ya efeknya salah satunya adalah pelecehan seksual. Orang yang paling berhasil mengatasi krisis moral manusia adalah Rasulullah, untuk kita-kita yang hidup setelah Rasulullah tentunya cara paling efektif meredam krisis ini adalah mengikuti panduan-panduan dari Rasulullah.
Menutup aurat bagi wanita adalah wajib, namun itu hanya 1 sisi saja dari solusi masalah ini. Perlu pendidikan yang sistematis, pemerintahan yang berwibawa, serta pemimpin yang bertaqwa agar masalah ini selesai secara tuntas. Di Mesir, pelecehan seksual tidak pandang bulu, perempuan yang menutup aurat maupun tidak semuanya kena juga:
"But in reality the study concluded the majority of the victims of harassment were modestly dressed women wearing Islamic headscarves."
Nampaknya masalah pelecehan ini memang masalah kronis di pihak laki-laki. Anehnya, ada juga yang menyalahkan pelecehan seksual ini muncul karena larangan untuk melakukan seks luar nikah:
"“I think there is a state of moral bankruptcy in Egypt, and I think it is caused by the restrictions on pre-marital sex.”"
Padahal seks luar nikah nantinya akan menimbulkan krisis moral yang lebih parah lagi.
Berikut ini ada beberapa artikel tentang pelecehan seksual di negara-negara Eropa. Saya pilih negara Eropa karena di Eropa kajian tentang hal ini cukup sistematis.
Paper / dokumen:
Artikel web
Selain di Mesir dan Eropa, banyak lagi tempat terjadinya pelecehan ini , misalkan:
Lebih parah lagi dari pelecehan seksual ini tentunya adalah perzinaan, hubungan luar nikah, yang akhirnya melahirkan anak luar nikah. Ternyata perkara ini juga di negara Barat diteliti cukup cermat. URLnya saya kumpulkan di website saya: http://waskita.wordpress.com/2008/04/26/krisis-besar-dunia-juga/
Saya yakin bahwa dengan mengikuti panduan dari Rasulullah kita dapat dilepaskan dari masalah-masalah moral secara total, tidak hanya berupa solusi tambal sulam yang sifatnya sementara saja.

Krisis Besar Dunia

Masalah besar dunia saat ini adalah krisis moral. Masalah moral ini pada awalnya tidak begitu kelihatan, karena efeknya tidak langsung. Moral bejat atau tidak, selama ada makanan orang tetap bisa hidup. Tapi kalau makanan habis, orang mati lah. Namun masalah moral ini efeknya jangka panjang, mengacaukan kehidupan di dunia fisik, bahkan nantinya akan menyusahkan manusia di akhirat.

Pada tulisan ini saya singgung satu saja masalah moral: kelahiran di luar nikah. Pandangan setiap orang saya yakin berbeda, karena untuk menilai moral orang berangkat dari pandangan hidup / agama masing-masing. Berikut ini adalah data anak luar nikah yang sempat saya temukan via professor Google:
Angka tersebut adalah angka kelahiran, artinya angka hubungan luar nikah mustinya lebih besar dari itu. Saya tidak menemukan angka kelahiran luar nikah untuk selain USA/UK. Di Indonesia juga saya tidak menemukan angka resminya.
Dalam agama Islam (dan saya yakin juga di agama lain), perzinaan adalah masalah moral yang sangat besar. Bagi saya pribadi masalah zina lebih besar dari krisis pangan, maupun krisis BBM. Krisis keuangan karena riba agak beda, karena Rasulullah pernah bersabda bahwa riba itu lebih berat dosanya dibandingkan berzina dengan ibu sendiri. Setahu saya masalah keuangan di dunia timbul karena riba (usury) ataupun turunannya.
Di atas semua masalah tadi, sebenarnya ada 1 masalah lagi yang lebih besar, yaitu manusia sudah tidak peduli dengan Tuhannya. Memang masih banyak orang beribadah, kalau terkena masalah masih mengatakan "Oh my God", masih mempelajari ilmu agama, namun sayangnya agama itu tidak diterapkan ke dalam kehidupan lahir batin manusia. Akibatnya tentu adalah timbul masalah turunan seperti yang sudah diuraikan di atas.
Jadi bagi saya, masalah besar yang dihadapi dunia sekarang adalah mengikuti urutan berikut:
  • Tidak peduli dengan Tuhan
  • Masalah keuangan berbasis riba
  • Masalah perzinaan
  • Masalah lahiriah (pangan, teknologi, dsb)

Pornografi Dan Kehamilan Remaja

 
Akhir-akhir ini di Indonesia sedang ramai polemik mengenai RUU-AP. Entah itu memang polemik betulan, atau gara-gara media yang kurang kerjaan, ataukah dibikin ribut supaya orang gak peduli masalah lain yang lebih penting. Masalah pornografi ini bukan hanya masalah bagi Indonesia saja, namun sebenarnya masalah bagi semua orang di dunia. Di Amerika sampai ada kajian ilmiah tentang efek pornografi seperti di tulisan berikut: (link saya dapat dari LA Times Blog)
Teenagers who watch a lot of television programs that contain sexual content are more than twice as likely to be involved in a pregnancy, according to a study published today in the journal Pediatrics. [Does Watching Sex on Television Predict Teen Pregnancy? Findings from A National Longitudinal Survey of Youth]
Moga-moga jadi masukan bagi kita untuk menyikapi masalah pornografi yang sangat merusak mental bangsa kita.

Selasa, 11 Februari 2014

Survei: Seks Bebas Remaja Tertinggi di Bandung



 
Inilah faktanya! 54 persen remaja di kota Bandung mengaku sudah pernah melakukan hubungan seksual. Ini angka paling tinggi dari empat kota yang disurvei.
Di Jakarta, angkanya lebih rendah satu persen, 51 persen. Di Surabaya, 47 persen remaja yang disurvei mengaku pernah berhubungan seks.
Sedangkan di Medan, satu-satunya kota di luar Jawa dari empat kota yang datanya ditampilkan, angkanya mengalahkan Jakarta, yakni 52 persen.
Inilah data dari Buklet Cinta Mulia yang disebarkan dan diproduksi oleh Alfatih Studio. Buklet itu dibuat untuk menyadarkan dan meredam kegemaran remaja muslim ikut merayakan Hari Valentine, 14 Februari 2014.
Angka-angka hasil survei itu disandingkan dengan fakta lain bahwa 26,4 % dari 413 remja yang jadi responden megnaku suka merayakan Hari Valentine 'bersama dengan gebetan atau kekasih. Apa yang dilakukan? "Jalan-jalan, makan-makan, ciuman, lalu berhubungan seks," demikian dikutip Alfatih Studio.
Buklet "Cinta Mulia" didesain menarik, sembilan halaman, dengan gradasi warna merah muda dan biru. Selain angka-angka hasil survei tadi disajikan pula sejarah asal-usul Hari Valentine.
Alfatih Studio bisa diikuti geliat kegiatannya di akun twitter @alfatihstudios. Akun dan studio ini bergiat dalam dakwah secara visual.(hah/jpnn)
Catatan
Referensi:

Senin, 02 Desember 2013

Artikel Tentang Seks Remaja Dan Mahasiswa di Kalimantan Selatan Dan Jawa Barat


Kutipan artikel tentang seks bebas di Kalimantan Selatan dan Jawa Barat. Artikel ini nampaknya hanya suatu observasi yang subyektif , bukan suatu penelitian ilmiah. Namun demikian dapat dipakai sebagai pandangan. Pada artikel tersebut juga banyak kesalahan ketik (typo).

Sumber: http://varfin.wordpress.com/seka-bebas/

SEKS BEBAS : GAMBARAN KEHIDUPAN SEKS REMAJA DAN MAHASISWA DI KALIMANTAN SEALATAN DAN JAWA BARAT
I. PENDAHULUAN
1. PENGERTIAN SEKS
Seks merupakan naluri alamiah yang dimiliki oleh setiap makhluk hidup di muka bumi ini. Bukan hanya manusia yang memiliki naluri seks, tetapi juga termasuk hewan dan makhluk hidup lainnya (tumbuhan). Seks diperlukan untuk menjaga kelangsungan hidup hidup suatu spesies atau suatu kelompok (jenis) makhluk hidup. Tujuan utama dari seks adalah untuk repeuduksi buat kepentingan regenerasi. Artinya setiap makhluk hidup melakukan seks untuk memperoleh keturunan agar dapat menjaga dan melestarikan keturunannya. Selain itu tujuan seks adalah sebagai sarana untuk memperoleh kepuasan dan relaksasi dalam kehidupan (bagi manusia).
Kegiatan seks (bagi manusia) hanya boleh dilakukan ketika sudah ada ikatan yang sah antara laki-laki dan perempuan, ikatan itu disebut dengan nikah. Hubungan seks yang dilakukan diluar pernikahan merupakan suatu pelanggaran terhadap norma-norma (baik norma agama maupun norma-noram yang berlaku lainnya) dan merupak suatu perbuatan dosa yang besar dan sangat berat hukumannnya.
Kita sering mendengar baik dari cerita teman-teman ataupun dari berita tentang perilaku manusia zaman sekarang yang sering melakukan hubungan seks diluar nikah (merupakan bagian dari seks bebas). Hubungan seks tersebut merupakan hubungan seks liar yang dilakukan secara illegal dalam artian sudah menyalahi norma-norma yang ada.
Tidak sepantasnya apabila seorang manusia melakukan hubungan seks diluar nikah (seks bebas), karena hal itu lebih cenderung kepada sifat-sifat kehewanan. Coba kita bandingkan dengan hewan-hewan yang melakukan hubungan seks sesuka hatinya, dengan pasangan yang berbeda-beda dan dilakukan dimanapun yang penting ada kemauan. Hewan melakukan hal tersebut karena mereka tidak dianugerahi akal dan pikiran untuk melihat mana yang baik, mana yang buruk, mana yang pantas dan mana yang tidak pantas untuk dilakukan. Selain itu, hewan tidak terikat dengan norma-norma yang mengharuskannya untuk megikuti aturan dari norma yang berlaku dan mengikat seorang manusia. Kalau manusia melakukan kegiatan seks bebas, berarti derajat mereka tidak lebih dari hewan yang berwajah manusia, karena manusia dianugerahi oleh Tuhan akal dan pikiran untuk dapat memilih mana yang baik, mana yang buruk, mana yang pantas dan mana yang tidak pantas untuk dilakukan.
Hawa nafsu merupakan hal yang sangat menentukan dalam terjadinya perilaku seks bebas. Hubungan seks dilakukan apabila hawa nafsu sudah menguasai dirinya. Hawa nafsu membuat seseorang lupa segala-segalanya, termask lupa akan Tuhan, yang dia tahu hanyalah bagaimana caranya agar nafsunya tersebut dapat tersalurkan. Oleh karena itu, sebagai manusia ang diberukan kelebihan oleh Tuhan dibandingfkan dengan makhluk lainnya, kendalikanlah hawa nafsu kita agar derajat kita bias lebih tingi dari makhluk-makhluk yang lain. Karena diasaat kita kalah oleh hawa nafsu, maka derajat kita sama dengan seekor hewan.
Seks bebas merupakan pengaruh budaya yang datang dari barat dan kemudian diadopsi oleh masyarakat Indonesia tanpa memfilternya terlebih dahulu. Revolusi seks yang mencuat di Amerika Serikat dan Eropa pada akhir tahun 1960-an sudah mermabah masuk kenegeri kita tercinta ini melalui piranti teknologi informasi dan saran-sarana hiburan lainnya semakin canggih. Sekarang, untuk mendapatkan suatu video, gambar dan cerita-cerita tentang seks dan pornografi lainnya sangat mudah, tinggal cari di internet dengan mengunjungi situs-situs yang meyediakan layanan dewasa tersebut selain itu juga film-film dewasa tersebut juga sudah dijual oleh para pedagang kaset dan video. Begtu mudahnya akses untuk mendapatkan hal-hal yang berbau pornografi sekarang ini menyebabkan semakin meningkatnya angka perilaku seks bebas di dalam masyarakat.
2. FASE REMAJA
Manusia selau mengalami perubahan, baik itu perubahan yang bersifat fisik (bentuk tubuh) maupun yang bersifat nonfisik (sifat dan tingkah laku). Masa remaja merupakan masa yang pasti dialami oleh setiap orang. Pada masa ini, pola piker kita mengalami peralihan dari pola pikir yang masih bersifat kekanak-kanakan menjadi pola pikir yang lebih dewasa. Setelah melewati masa remaja maka setiap orang akan memasuki sebuah tahapan atau fase yag disebut dengan fase pendewasaan. Di dalam fase ini manusia mengalami perubahan pola pikir menjadi lebih matang secara bertahap.
Pada masa remaja biasanya setiap individu masih bingung dalam menentukan siapa sebenarnya dia (tahap pencarian jati diri) dalam artian masih mencari apa yang harus ia lakukan dalam kehidupannya. Pada masa inilah diperlukan penanaman nilai-nilai norma yang berlaku agar pada waktu menjalani fase pendewasaan tidak terjerumus kedalam jurang kesalahan yang dalam.
3. FASE PENDEWASAAN
Masa remaja biasanya dialami pada saat usia sekolah menengah, setelah masa remaja ini terlewati maka fase selanjutnya adalah fase pendewasaan yang biasanya dialami setelah lulus SMU atau pada waktu (seumuran) pertama kali kuliah (awal menjadi mahasiswa). Pada saat menjadi mahasiswa pola pikir seseorang akan menjadi semakin kritis, responsive dan cenderung idealis. Pada fasae inilah pola piker terbentuk menjadi semakin matang. Tapi yang saya maksud disini bukan berarti bahwa karena menjadi mahasiswalah pikirannya menjadi lebih matang, tetapi yang saya maksud adalah pada waktu seumuran mahasiswa walaupun seseorang tersebut tidak menjadi mahasiswa (yang mengalami hal ini bukan haya mahasiswa tapi semua orang).
Saat pertama menjadi mahasiswa, setiap individu pasti merasakan perbedaan yang sangat signifikan dibandingkan dengan masa-masa SMU dan kemungkinan terjerumus kedalam hal-hal yang negatif (seks bebas) sangat besar. Apalagi, bagi mereka yang arus tinggal terpisah dengan orang tua mereka.
II. FAKTA DAN ANALISIS
Saya akan membahas tentang perilaku seks bebas di kalangan remaja (siswa SMU) dan masiswa. Fakta-fakta yang saya temukan dilapanganakan saya tulis dan sya analisis seadanaya.
1.REMAJA (SMU)
Saya melakukan survey di sebuah kabupaten yang terdapat di provinsi Kalimantan Selatan. Kabupaten ini kuarang lebih 100 Km dari ibu kota provinsi yaitu Banjarmasin.
Dari hasil pengamatan yang saya lakukan selama ini dapat saya tari kesimpulan bahwa hanya sebagian kecil yang melakukan hubungan seks diluar nikah. Hal ini disebabkan karena ada beberapa tahapan yang biasanya dilakukan sebelum seseorang berani melakukan hubungan seks yaitu:
  1. Pegangan tangan
  2. Ciuman sebatas ciuman di pipi dan kening
  3. Ciuman bibir (kiss franc)
  4. Pelukan
  5. Petting (mulai berani melepas pakaian bagian atas)
  6. Meraba kebagian-bagian yang sensitif (mulai berani buka-bukaan)
  7. Melakukan hubungan seks
Biasanya para remaja pada saat berpacaran baru berani melakukan tahapan dari nomor 1 sampai dengan nomor 5 (walaupun banyak juga yang berani melakukan tahapan nomor 6, tapi hanya sebagian kecil yang sudah berani melakukan hubungan seks denga pacarnya).
Saya pernah menemukan seorang siswi SMU kelas 3 yang kumpul kebo dengan seorang laki-laki yang merupakan seorang mahasiswa. Mereka sangat berani tidur satu kamar dan melakukan hubungan seks. Bahkan menurut teman satu kelasnya, seks merupakan kebutuhan yang wajib mereka penuhi dalam kehidupan mereka. Ini merupakan sebuah kasus yang saya temui di sebuah kabupaten yang notabene jauh dari hiruk pikuk kehidupan kota. Mungkin ini hanya satu kasus yang saya temui dan saya teliti, dan tidak menutup kemungkunan ada beberapa (mudah-mudahan jangan banyak) pasangan-pasangan lain yang melakukan hal seperti itu juga.
Terlintas dalam pikiran saya sebuah pertanyaan ketika mengetahui ada remaja yang melakukan hubungan seks seperti diatas “apakah sudah sedemikian ruasaknya pergaulan remaja saat ini?”. Memang saya akui tidak tidak banyak kasus hubungan seks antar remaja yang say dapati di daerah ni, tapi daerah yang saya amati dan teliti ini merupakan daerah yang jauh dari hiruk pikuk kehidupan kota besar seperti Banjarmasin. Dini dapat saya simpulkan bahwa didaerah yang seperti itu saja sudah terdapat kasus seks bebas, apalagi kalau di kota besar, mungkin hal itu sudah biasa terjadi (mudah-mudahan saja tidak).
2. MAHASISWA
Mahasiswa seharusnya adalah sosok yang mempunyai wibawa bukan sebaliknya malah tidak memunyai wibawa sama sekali. Dengan melakukan hubunga seks diluar nikah, apakah seorang mahasiswa pantas menjadi sosok yang diteladani?. Menurut pengamatan saya, sebagian besar mahasiswa pernah melakukan hubungan seks diluar nikah. Bahkan hubungan seks tersebut bukan hanya dilakukan dengan satu pasangan saja melainkan dilakukan denbgan beberapa pasangan (gonta-ganti pasangan).
Dalam bagian ini saya tidak terlalu banyak menganalisis, akan tetapai saya akan menyuguhkan fakta-fakta yang ada dan mengajak pembaca untuk berfikir dan menganalisis sendiri apa yang sebenarnya sudah terjadi dikalangan mahasiswa dalam hal seks bebas.
Dalam tulisan ini saya suguhkan fakta-fakta yang teradi di daerah Bandung dan Banjarmasin. Silahkan anda membandingkannya sendiri.
A. Bandung
Saya melakukan pengamatan di daerah pendidikan yaitu daerah Jatinangor, karena di situ terdapat beberapa Universitas besar di Indonesia.
Sudah menjadi rahasia umum bahwa sebagaian mahasiswa (khususnya mahasiswi) disana walaupun belum resmi pacaran (masih dalam tahap teman) sudah bias diajak untuk melakukan hubungan seks (bukan berarti semuanya). Dapat dibayangkan bahwa baru sebatas teman saja sudah melakukan hubungan seks, apalagi kalau sudah pacaran.
Saya menemukan bahwa sebagaian besar toko-toko disepanjang jalan dari IKOPIN sampai daerah UNPAD kampus 2 menjual kondom. Pertama kali saya mengetahui hal tersebut saya semapat syok, karena daerah saya sangat susah untuk mendapatkan kondom. Saat saya mau beli rokok dan masuk kesebuah toko yang notabene terasuk pedagang kaki lima, disana bukannya rokok yang dipajang didalam kotak kaca (biasanya rokok dipajang di dalam kotak kaca agar pembeli dapat memilih rokok yang dia inginkan) melainkan kotak-kotak kondom yang berjajar rapi, sedangkan rook di taruh di tempat yang agak tersembunyi. Dari hal tersebut diatas dapat disimpulkan bahwa kondom merupakan hal sudah tidak tabu lagi untuk diperjualbelikan bagi masyarakat secara umum dan dari sini dapat kita simpulkan lagi bahwa banyak orang yang memerlukan kondom-kondom tersebut. Dengan menfasilitasi penjualan kondon secara bebas tersebut mengidentifikasikan bahwa telah terjadi degradasi moral yang sangat membahayakan.
Seoarang sopir angkot jurusan Sumedang-Cileunyi yang tinggal di dekat kampus UNPAD mengatakan bahwa perilaku mahasiswa dikos-kosan di dekat ia tinggal sudah tidak bias dikotrol agi (dalam hal kegiatan seks bebas). Mereka melakukan hubungan seks di dalam kamar kos-kosan secara bebas tanpa memperdulikan lagi orang-orang yang ada disekitarnya dan tidak memperdulikan segala norama yanag berlaku di masyarakat.
Tahun 2006 sewaktu saya pindah kos dari daerah Caringin (kos yang lama) kedaerah Cileunyi (kos yang baru) saya sanagt terkejut pada waktu pertama kali masuk kamar di kosan tersebut. Didalam kamar tersebut berserakan kondom bekas yang sudah dipakai. Saya sangat jijik kalau mengingat hal tersebut. Salah seorang penghuni kos tersebut mengatakan bahwa kamar tersebut sering dipakai untuk melakukan hubungan seks oleh penghuninya yang dulu. Selain itu ada juga teman saya yang sering menyewakan kamar kosnya untuk dijadikan tempat mesum bagi temannya dengan menarik pungutan biaya sewa (sebungkus rokok).
Cerita diatas hanyalah sekilas gambaran tentang kehidupan mahasiswa dibandung. Masih banyak lagi cerita-cerita yang menggambarkan tentang seks bebas yang saya dapatkan dan saya alami langsung, akan tetapi saya hanya memuat beberapa cerita untuk mewakili semuanya.
B. BANJARMASIN
Kehidupan mahasiswa di Banjarmasin kalau dilihat dari luar tidak akan menunjukkan adanya kegiatan yang mengarah kepada seks bebas. Akan tetapi kalau kita melihat lebih dalam lagi yaitu masuk kedalam kehidupan dan keseharian mereka maka kita akan menemukan sesuatu yang mengidentifikasikan tentang adanya kegiatan seks bebas di kalangan mahasiswa.
Rata-rata kos dan asrama putri di Banjarmasin hanya menerima tamu sampai dengan jam 09.00 malam dam jam 10.00 malam pada malam minggu. Tamu laki-laki hanya diperbolehkan bertamu di ruang tamu (bagi kos yang punya ruangan untuk bertamu) dan ada juga yang langsung boleh masuk kedalam kamar (bagi kos yang tidak punya rungan untuk bertamu). Sedangkan di kos laki-laki sebagian beasar (walaupun tidak semuanya) memiliki kebebasan yang lebih bila dibandingkan dengan kos putri.
Dibandingkan dengan Bandung yang memperjualbelikan kondom secara bebas, di Banjarmasin kondom tidak bebas untuk diperjualbelikan secara bebas dan tidak dapat dikonsumsi secara umum. Bahkan sampai sekarang sayapu belum menemukan took yang memperjualbelikannya secara bebas, akan tetapi menurut beberapa mahasiswa yang saya temui mengatakan bahwa sangat mudah untuk menemukan dan mendapatkan kondom.
Teman saya yang kebetulan juga seorang mahasiswa mengatakan bahwa sebagian besar mahasiswa di sana sudah pernah melakukan hubungan seks dengan pasangannya yang notabene adalah pacarnya. Hubungan seks tersebut biasanya dilakukan dikos putra dan ada juga yang dilakukan di kos putri pada saat teman-temannya yang lain pergi kuliah atau pada saat kos lagi kosong, serta ada juga yang melakukannya di hotel (motel) atau tempat yang menyediakan jasa tempat untuk melakukan hubungan seks secara bebas. Katanya lagi pernah dilakukan razia gabungan oleh petugas polisi, satpol pp dan warga ke sebagian kos baik putra maupun putrid dan hasilnya sangat megejutkan yaitu ditemukan ratusan kondom baik yang sudah bekas pakai maupun yang belum dipakai.
Seorang mahasiswa yang berinisial MJ megatakan sering melakukan hubungan seks dengan pacarnya di kamar asrama tempat dia tinggal, bahkan pacarnya tersebut pernah melakukan aborsi sebanyak 2 kali akibat hubungan mereka tersebut. Menurutnya hubungan tersebut dialakukan pada saat siang hari karena tamu hanya diperbolehkan berada di dalam asrama sampai dengan jam 09.00 malam.
Saya punya teman seorang wanita yang pada waktu SMU sangat pemalu, pake jilbab dan rajin eribadah. Setelah lulus SMU dia langsung melanjutkan kuliah di Banjarmasin. Satu tahun berselang, saya endapatkan kabar tentang rencanapernikahannya dengan seorang laki-laki yang merupakan pacarnya sendiri. Saya kaget dan bertanya, kok cepat banget seh pernikahannya, apa tidak menunggu dia lulus kuliah dulu? Setelah saya selidiki dengan cara bertanya kepada teman-teman saya yang lain ternyata wanita (mahasisiwi) tersebut sudah hamil duluan.
Mahasiswa yang lainnya mengatakan bahwa seks adalah bagian yang tidak dapat dipisahkan dari yang namanya pacaran. Seks merupakan bumbu pelengkap dalam pacaran. Apakah memang beitu? Akupun bertanya dalam hati, seperti inikah mahasiswa sekarang? Apakah tidak ada lagi norma-norma yang harus mereka taati? Apakah lepas dengan orang tua lantas merasa bebas?
Apakah seks bebas sudah merambah ke Banjarmasin? Dari uraian dan cerita-cerita diatas dapat kita tarik kesimpulan bahwa seks bebas memang sudah merambah kedaerah Banjarmasin. Mengerikan.
III. KESIMPULAN dan SARAN
1. Kesimpulan
Seks bebas sudah menjadi hal yang tidak tabu lagi bagi kalangan remaja dan mahasiswa di Indonesia. Kegiatan seks bukan hanya dilakukan oleh pasangan yang sah menurut agama dan hokum yang berlaku akan tetapai juga dilakukan oleh para pelajar dan mahsiswa.
Pelajar dan mahasiswa sekarang ini cenderung lebih mengutamakan pacaran dan kebutuhannya yang lain daripada menuntut ilmu. Mereka tidak lagi tenggelam dalam pelajaran akan tetapi sudah tenggelam dalam lautan asmara yang mereka namakan cinta.
2. Saran
Perlunya perhatian semua pihak baik pemerintah maupun masyarakat dalam mencegah terjadinya seks bebas. Masyarakat dan pemerintah harusnya aktif dalam mengkampanyekan anti seks bebas.

Jumat, 22 November 2013

Sepuluh penyebab perceraian


Angka perceraian di Indonesia cenderung meningkat, bahkan ada yang menyatakan bahwa angka perceraian di Indonesia adalah tertinggi di kawasan Asia Pasifik. Angka perceraian di Indonesia memang masih lebih rendah dibandingkan angka perceraian di Selandia Baru ataupun Belgia, namun ini bukan alasan bagi kita untuk tidak prihatin dengan kondisi di Indonesia.

Berikut ini beberapa sebab terjadinya perceraian. Semoga ini benar di sisi Allah dan Rasul:
  1. Salah Niat. Niat yang tidak tulus dengan Tuhan dan dengan Rasulullah saw. Perkawinan tidak diniatkan untuk mendapatkan rasa takut dengan Allah dan rindukan Nabi saw. Sedangkan ini adalah hakikat kehidupan kita di atas muka bumi. Kita mengaku Allah itu Tuhan kita – yang wajib kita besarkan dan agungkan. Kita juga mengaku Nabi Muhammad saw itu adalah ikutan kita. Justeru sepatutnya apa saja pekerjaan kita di dunia ini ditujukan untuk mendapat rasa hati yang tepat terhadap Allah dan Rasulullah saw. Jadi, Niat Menikah Karena Allah dan Membesarkan Sunnah Nabi saw adalah suatu yang perlu di awal Perkawinan. Niat ini mesti ada di hati kedua pengantin, kedua ibu bapa mereka dan seisi keluarga. Tanpa niat yang benar, Perkawinan yang baik tidak akan dapat dilaksanakan.
  2. Kurang bertaubat. Bertaubat dengan segala dosa, merasakan diri adalah hamba yang hina merupakan satu keperluan agar Allah SWT mengampuni kita. Jika Tuhan telah ampunkan kita, urusan lainnya akan dimudahkan. Mengekalkan rasa bersalah dan berdosa adalah suatu perasaan yang wajib ada di dalam hati kita. Sebab itu senantiasa bertaubat, beristighfar itu sangat disuruh. Banyak bertaubat akan membuang sifat sombong didalam hati.
  3. Bermesraan sebelum menikah. Hal ini akan menjadikan pasangan pengantin itu sudah tidak mempunyai kenikmatan yang hakiki. Mereka sudah kehilangan detik ajaib yang mampu mengikat hati mereka untuk saling bertaut, berkasih sayang dan bertanggung jawab terhadap pasangan masing-masing. Detik ajaib itu ialah keadaan lelaki perempuan yang belum pernah kenal mengenal di malam pertama. Hanya mereka yang pernah menempuhnya saja yang mengetahui betapa berharga dan bernilainya detik malam pertama tersebut. Ianya tidak wujud dalam diari kehidupan pengantin yang sudah ‘terlalu’ kenal satu sama lain sebelum kawin. Dalam agama Islam, yang dilarang (haram) itu bukan hanya perbuatan zina, tapi juga perbuatan mendekati zina.
  4. Berzina sebelum menikah. Jika pasangan ini akhirnya menikah, kehidupan sebagai pasangan yang sah itu telah dicemari dengan perbuatan dosa sebelum menikah. Dosa besar yang tidak ditaubatkan sangat mengundang kemurkaan Allah. Akhirnya perkawinannya sukar memperolehi keberkatan.
  5. Meninggalkan shalat wajib lima waktu atau lalai dari menghayatinya. Shalat adalah tiang agama. Mendirikan sembahyang artinya menegakkan agama. Mendirikan sembahyang yang dimaksudkan ini bukanlah sekadar sembahyang ala kadar saja. Sembahyang wajib dilaksanakan dengan penuh penghayatan khusyuk. Sembahyang yang khusyuk mampu mengubah peribadi dan mempunyai kesan ajaib terhadap diri, suami atau isteri dan keluarga. Inilah sembahyang yang menjadi sumber kekuatan individu, keluarga, masyarakat dan negara islam. Sembahyang berjemaah pula mampu menjadi pengikat hati setiap pasangan suami isteri.
  6. Kurang sholat malam. Sholat malam adalah elemen penyejuk hati, penenang jiwa. Jiwa yang lapang dan tenteram tidak akan mudah berkeluh kesah dengan masalah yang terjadi. Semua situasi dapat dihadapi dengan tenang. Jika ada masalah, maka waktu tahajjud adalah masa terbaik untuk bangun menghadap ilahi, mengadu dan meminta pertolonganNya. Hasilnya sangat mujarab dan ajaib!
  7. Kurang bersedekah. Bersedekah adalah sunnah Rasulullah saw yang sangat berkesan dalam membina jalinan hubungan kasih sayang. Sedekah membantu orang yang memerlukan dalam bentuk apa saja yang kita mampu. Memberi sedekah itu amat berharga di sisi Tuhan walaupun hanya dengan senyuman. Orang yang berdoa, mengharapkan Tuhan memakbulkan doa mereka. Maka sedekah menjadi sebab doa kita dimakbulkan Tuhan. Sedekah menajamkan doa.
  8. Kurang peduli dan berkasih sayang dengan orang lain. Pengantin mesti berupaya menjadi orang yang dapat berkasih sayang, bersikap mesra dengan siapa saja, Berilah perhatian dan kasih sayang kepada orang lain tanpa syarat. Jangan hanya bersikap peduli dengan pasangan sendiri saja. Tebarkan ruang kasih sayang untuk sesama insan. Hargai orang lain, nanti kita akan lihat pasangan kita juga turut menghargai kita. Gembirakan hamba Allah, nanti Allah akan gembirakan kita. Tidak rugi jika kita memberi karena hanya yang selalu memberi saja yang akan memperoleh pemberian.
  9. Islam tidak dijadikan panduan hidup. Jadikan Islam itu sebagai agama penyuluh hidup demi keselamatan dunia akhirat. Jadikan agama sebagai panduan kerana kita diwajibkan memahami, meyakini, mengamalkan dan menghayati ajaran agama. Seluruh apa yang ada dalam ajaran Islam adalah merupakan kehendak Allah SWT dan Rasul SAW. Allah sangat menginginkan kita menjadi hamba yang taat, Dan Rasul sangat mendoakan kita menjadi ummat yang mengikut panduan Baginda dalam kehidupan. Maka jadikanlah Islam itu sebagai cita-cita hidup dan mati kita. Kita hanya akan mati dan hidup di dalam agama suci ini. Kehidupan yang lalai, main-main, suka-suka, berfoya-foya adalah kehidupan menipu yang pasti akan menggagalkan apa saja cita-cita baik yang ada di dalam hati kita. Dua hal yang berbeda, tidak akan dapat duduk bersama di dalam satu hati.
  10. Kurangnya ilmu tentang pernikahan. Dalamilah ilmu tentang Perkawinan. Luaskan kefahaman diri terhadap agama, sejarah Nabi SAW dan amalan beragama yang sebenarnya.
Sumber:

Nasihat pernikahan dari para ulama

Berikut ini beberapa nasihat pernikahan dari para ulama:
  1. Dapatkan dan amalkan ilmu Fardhu Ain. Usahakanlah kefahaman tentang Islam sebagai sistem hidup serta konsep rumahtangga yang diredhai Tuhan. Perlu faham tugas dan peranan masing-masing sebagai isteri atau suami agar tahu untuk bertanggung jawab serta berupaya untuk saling menghargai. Ref: [Kewajiban Suami] [Kewajiban Istri]
  2. Mesti mempunyai kesediaan untuk bersabar dan redha atas apa jua tingkah polah pasangan masing-masing. Watak manusia tidak sama antara satu sama lain. Kenalah banyak bersabar apatah lagi kita pun sedar dengan kelemahan kita. Jika kita mau orang lain memahami kita, wajarlah untuk kita juga berusaha memahami orang lain. Jika kita sedar kita juga ada kelemahan, maka bersabarlah dengan kelemahan yang kita temui pada orang lain terutama pasangan hidup kita.
  3. Suami mesti jadi pemimpn dan pendidik yang matang dalam menghadapi perilaku isteri. Dalam kata lain, suami mesti mampu menjadi contoh teladan untuk diikuti oleh isteri Didiklah isteri untuk dapat menghayati ajaran agama iaitu mendapat rasa hati yang takut dengan Tuhan. Inilah pertunjuk keupayaan dan kewibawaan seorang suami. Tanpa kewibawaan seorang suami, dimanakah rumah tangga bahagia mampu dibina?
  4. Kedua-dua pihak perlu mempunyai sikap bertenggang rasa dan berlapang dada. Ini adalah obat bagi pertentangan pendapat, krisis dan pertengkaran. Masing-masing perlu tahu, kapan masanya dia perlu mengalah. Ada waktu isteri mengalah dan ada waktu suami pula yang bertenggang rasa. Membiarkan pasangan kita dengan pendiriannya tanpa memaksanya mengikut kehendak kita adalah suatu hikmah yang bijaksana. Berdiam dirilah terlebih dahulu untuk kita betulkan kemudian di waktu yang lebih sesuai, pada waktu dia bersedia mendengarnya pula pandangan kita.Tunggulah masa-masa yang sesuai dalam berbincang dan memberi pandangan. Tidak semua yang kita mau akan disetujuinya dengan mudah. Suami atau isteri yang soleh atau solehah akan menjadikan doa munajatnya dengan Tuhan sebagai sumber kekuatan untuk dia mengalah dan dibantu Tuhan jika pandangannya benar dan tepat di sisiNya!!
Sumber: